Desain Rumah Minimalis Terbuka Untuk Lahan yang Terbatas

Rumah yang luas umumnya dianggap mampu untuk mengakomodir kebutuhan space penghuninya. Namun bagaimana dengan lahan hunian yang terbatas? Rumah berikut ini mungkin bisa menjadi referensi bagi anda dalam memanfaatkan lahan terbatas sesuai dengan kebutuhan pemiliknya.

Pemilik rumah membutuhkan area yang luas agar dapat menampung banyak orang untuk keperluan suatu acara. Untuk itu pemilik menyiasatinya dengan membuat banyak pintu dan bukaan agar ruangan yang sempit menjadi terlihat lapang.

Adanya bukaan ini juga berperan untuk sirkulasi cahaya dan udara. Tak hanya itu untuk menyiasati lahan yang terbatas pemilik membuat bangunan rumah se-fungsional mungkin. Tiap ruangan pada rumah ini memiliki fungsi ganda untuk menghemat area.

Fasad Rumah

fasad rumah
fasad rumah

Bagian depan rumah/fasad rumah ini menggunakan material batu-bata dan dikombinasikan dengan warna cat rumah berwarna putih sehingga membuat rumah ini makin terlihat menarik.

Area foyer

foyer area
foyer area

Area foyer misalnya, yang juga berfungsi sebagai tempat transit tamu sebelum bertemu dengan penghuni rumah. Di sisi area foyer terdapat garasi yang merangkap function room ketika pemilik mengadakan sebuah acara di rumah.

Dining Room

meja makan
meja makan

Berikutnya area dining room yang berfungsi sebagai living room. Yang menarik sofa di meja makan tampak apik dipadukan dengan single chair di sisinya.

dining room
dining room

Bagi pemilik rumah, meja makan adalah tempat yang tepat untuk lebih intimate ngobrol-ngobrol dengan tamu. Sehingga jika ada tamu pemilik rumah akan mempersilahkannya masuk ke ruang makan. Area meja makan berperan ganda karena ruangan yang terbatas tadi dan dibuat senyaman mungkin untuk menciptakan kesan seolah-olah sedang berada di sebuah restoran.

Terbatasnya lahan membuat pemilik memiliki cara tersendiri untuk penanda antar ruang. Seperti yang terlihat pada meja bar di atas yang berfungsi sebagai pembatas antara dapur dengan dining room. Pembatas ruangan tidak harus selalu berupa dinding, material lain pun bisa digunakan sebagai partisi.

Sedikit tips bagi anda, perhatikan pemilihan warna untuk menambah kesan luas pada ruangan. Contohnya dominasi warna putih yang cenderung mampu menonjolkan elemen lain pada ruangan. Seperti lukisan, furniture, karpet atau aksesoris lain.

Area Outdoor

teras
teras

Setelah area dalam rumah kita berpindah ke area teras rumah. Agar area outdoor tidak terkesan kosong, pemilik menambahkan sofa bed yang tampak apik dipadukan dengan dinding bematerialkan batu-bata.

Area Hijau

area hijau
area hijau

Di samping teras terdapat area hijau berupa taman kecil untuk area bersantai bersama keluarga sambil menikmati udara segar. Nah, anda ingin membuat area rumah terasa lebih lapang berikut tips yang bisa anda aplikasikan:

  1. Terapkan konsep open layout, yaitu dengan mengurangi sekat-sekat yang akan membuat ruangan terkesan sempit.
  2. Buatlah bukaan-bukaan pintu yang luas untuk masuknya cahaya maupun udara dan menerapkan sistem cross ventilasi sehingga udara bisa mengalir sehingga sirkulasi di dalam ruangan lebih sejuk. Cross ventilation adalah dua bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan.
  3. Untuk pemilihan furniture, terapkan loose furniture yang tidak terlalu kaku sehingga sewaktu-waktu bisa dipindahkan atau di reposisi ulang untuk penempatannya. Loose furniture meliputi sofa, meja, stool dan sebagainya.
agar area rumah terasa lebih lapang
agar area rumah terasa lebih lapang

Jadi, lahan terbatas bukanlah kendala untuk memiliki rumah yang nyaman bukan? Penataan area yang fungsional mampu membuat area rumah anda tampak lebih luas dan cozy untuk ditempati. Itulah informasi yang bisa kami bagi kali ini, semoga menginspirasi anda.

Baca juga : Desain Rumah Minimalis dengan Budget Terbatas di Lahan Terbatas

Leave a Comment