Inspirasi Desain Rumah Minimalis Ramah Lingkungan

Seperti halnya desain rumah minimalis, rumah ekologi kini semakin diminati seiring dengan semakin sadarnya masyarakat terhadap lingkungan. Dewasa ini rumah yang mengusung tema eco friendly hadir dalam berbagai bentuk. Tidak hanya memperhatikan dari segi estetikanya. Menurut arsitek bernama Novriansyah Yakub rumah ekologi mempunyai syarat yang tersendiri.

Syarat untuk rumah ekologi antara lain adalah pertama desainnya harus mampu mengeksplorasi lingkungan alami, penggunaan material yang tidak terlalu banyak dan menggunakan material-material yang tidak terlalu banyak limbahnya. Desainnya tidak terlalu banyak mengekspos energi.

Adanya Ruang Outdoor

rumah ekologi

Rumah ekologi sekaligus rumah hemat energi ternyata dapat dicapai dengan membangun outdoor space. Salah satunya adalah inner courtyard, inner courtyard sendiri adalah taman yang terletak di dalam atau di tengah rumah. Inner courtyard memberikan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang lancar sehingga penggunaan listrik untuk lampu dan air conditioner dapat diminimalisir.

Seperti pada salah satu rumah yang terletak di Pondok Indah ini yang berusaha mencapai syarat sebuah rumah ekologis. Konsep ramah lingkungan terlihat pada minimnya penggunaan semen pada dinding rumah, salah satunya pada lantai basement.

Meminimalkan Penggunaan Material

rumah ekologi

Selain menghemat material semen dinding unfinished ini adalah ide dari pemilik rumah yang menginginkan karakter jujur dan terus terang pada bangunan rumahnya yang tidak menggunakan warna cat rumah. Jika lantai basement sering diabaikan pada kebanyakan rumah, hal tersebut tidak berlaku pada rumah yang satu ini.

Sebuah rock garden dibuat di samping hanging stairs dengan tujuan memberikan sensasi alami pada lantai basement. Rock garden ini juga berfungsi sebagai ventilasi pada ruangan dan sebagai tempat masuknya cahaya dari luar. Tanaman bambu yang ditaman memberikan aksen garis vertikal yang lurus dan bentuknya yang simple dapat selaras dengan konsep unfinished di ruangan ini.

Desai Hemat Energi

rumah ekologi

Menaiki hanging stairs yang terbuat dari besi dan bergaya industrial anda akan dibawa ke lantai dua. Lantai yang berfungsi sebagai ruang keluarga ini berusaha meminimalkan penggunaan air conditioner dan cahaya dari lampu dengan cara menggunakan kaca yang memberikan sensasi seperti sedang berada di outdoor.

Inner courtyard dan balkon dengan pintu yang mudah dibuka tutup digunakan sebagai outdoor spaces yang membuat sirkulasi udara dan cahaya di ruangan ini menjadi sangat lancar. Inner courtyard sendiri memberikan special decompression efec atau efek pelegaan ruangan. Efek ini memberikan rasa lega terhadap rasa penat berada di dalam ruangan yang tertutup.

Fungsi inner courtyard sebagai tempat relaksasi ditunjang denagn fitting area berupa tempat duduk yang sengaja diletakkan di outdoor space. Pada inner courtyard terdapat aneka tanaman yang tumbuh di dalam pot dan di tanah.

Memanfaatkan Material Alam

Batu-bata

rumah ekologi

Untuk menghindari kesan monoton pada dinding, ditambahkan batu bata yang disusun unik sehingga membentuk hiasan yang cantik. Mengenai penambahan batu-bata ini sang pemilik rumah juga mempunyai cerita sendiri. Ide penambahan batu-bata ini karena sang pemilik ingin kembali lagi pada material alam. Sehingga dibuatlah satu dinding yang full bata ekspose dan dibuatlah suatu susunan baru yang akhirnya menjadikan vocal poinnya tetap tersampaikan namun dengan cara yang berbeda.

Batu Alam

rumah ekologi

Selain batu bata, penggunaan meterial alam juga dapat dilihat pada dinding batu ini. Penggunaan batu alam untuk eksterior memang sangat diminati karena memberikan kesan yang kokoh dan kuat. Selain inner courtyard rumah ini masih ditambahkan balkon dan satu outdoor space di belakang.

Kayu

rumah ekologi

Pada kedua area ini lantai menggunakan bahan yang terbuat dari kayu. Kayu yang digunakan pun bukanlah kayu sembarangan. Kayu bengkirai atau yang dikenal dengan yellow balau menjadi pilihan material yang tepat. Kayu ini memang cocok digunakan untuk outdoor karena sifat fisiknya yang cukup keras dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Dari sisi pemasangan untuk kayu outdoor sengaja dibuat sedikit lebih renggang untuk menghindari genangan air di permukaannya. Dan untuk pemilihan kayunya dipilih dari kayu yang sifatnya keras dan memiliki warna yang lebih gelap. Kayu jenis keras dipilih karena memuai dan menyusutnya lebih sedikit, sehingga tidak merubah bentuk awal yang diinginkan.

***

So, banyak cara untuk mewujudkan rumah yang eco friendly, mulai dari memaksimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari sehingga akan lebih menghemat listrik. Atau membuat inner courtyard yang berfungsi sebagai outdoor space dan pemilihan materi bangunan seperti kayu, batu, sampai batu bata yang ramah lingkunagn. Semoga menginspirasi!

Leave a Comment