Desain Rumah Minimalis dengan Budget Terbatas di Lahan Terbatas

Dalam membangun sebuah hunian, biasanya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan rumah yang menjadi impian. Namun sebenarnya kita bisa saja membangun rumah dengan biaya yang terjangkau dengan memanfaatkan material yang ada di sekitar kita serta memaksimalkan penataan areanya.

Seperti rumah yang terletak di wilayah Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan yang berhasil membangun rumah dengan biaya hanya sekitar 300an juta. Anda penasaran? Langsung saja, berikut ulasannya.

Rumah ini memiliki beberapa konsep, konsep yang pertama karena luas lahan yang terbatas pemilik rumah sengaja mendesainnya dengan mempertimbangkan bagaimana memaksimalkan kebutuhan ruang yang ada dengan desain yang diinginkan.

Yang kedua adalah karena Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, otomatis sang pemilik rumah ingin menyesuaikan dengan keadaan iklim tropis tersebut. Maka dibuatlah naungan, sirkulasi udara yang lancar dan memaksimalkan cahaya yang masuk.

Konsep yang ketiga adalah bagaimana caranya meminimalisir biaya dari anggaran untuk rumah. Dengan menggunakan material-material bekas yang masih bisa dipakai. Kemudian bagaimana mengurangi finishing dan membuat suasana yang lebih bagus dan nyaman dengan menggunakan material yang natural dan bisa terekspos.

Bagian Depan/Fasad Rumah

rumah minimalis

Bagian depan atau fasad rumah nampak menonjol berkat pilihan material yang digunakan. Bahan botol misalnya, yang bisa dialih fungsikan sebagai pengganti dinding. Tak hanya menarik dari segi estetika, susunan botol ini bisa menambah cahaya alami untuk service area yang ada dibaliknya.

Cara mempercantik fasad rumah tidak harus menggunakan warna cat rumah. Fasad rumah juga terlihat menarik dengan menggunakan material dinding yang sengaja dibuat unfinished guna memberi kesan natural dan sekaligus dapat menghemat biaya. Bahkan material lain seperti beton bisa difungsikan sebagai fasad dengan membuat aksen seperti lipatan kertas. Menarik bukan?

Area Foyer

rumah minimalis

Sebelum masuk area dalam kita akan disambut adanya pintu yang berasal dari material rangka hollow dengan banyak lubang agar udara dari luar bisa masuk ke dalam.

Bagian dalam pun tak kalah menarik, area foyer sengaja dibuat minimalis dengan pilihan material batu-bata eksposnya serta penggunaan waferboard di bagian plafon sebagai aksen ruangan. Waferboard adalah sisa-sisa serutan kayu jati belanda yang dipipihkan menjadi seperti sebuah papan.

 

Selain waferboard, metaldeck juga bisa menjadi alternatif lain untuk plafon karena dapat mengurangi proses finishing. Selain itu plafon yang terekspos ini bisa memberi nilai lebih dari sisi estetika.

Dan konsep penghematan lainnya bisa juga disiasati dengan pemilihan material semen di bagian lantai.

Ruang Tengah

rumah minimalis

Dengan luas rumah sekitar 100m² pemaksimalan area juga terlihat di ruang tengah, yaitu dengan mengurangi sekat pemisah antara ruang keluarga dan ruang makan.

Pemilihan partisi transparan seperti kaca bisa jadi pilihan untuk membuat area terlihat lebih lapang. Jadi tidak perlu khawatir akan terlihat sempit. Pemaksimalan area bisa juga dihadirkan melalui sliding door bermaterial kaca yang sekaligus dapat difungsikan sebagai sirkulasi udara berkat adanya taman kecil di sisi rumah.

Area Hijau

rumah minimalis

Tak hanya di luar, area hijau terlihat pula di bagian dalam dengan peletakan tanaman yang menarik karena memanfaatkan bagian dinding batu-bata yang dibuat menonjol sebagai taman vertikal.

rumah minimalis

Penghematan area pun nampak di bagian bawah tangga yang difungsikan sebagai area storage. Sementara pilihan kayu yang dibuat usang di bagian pintu dapat memberikan kesan vintage yang natural. Masih di bagian tangga, area ini terlihat unik dengan reling transparan yang mampu memberi kesan ringan pada partisi ruangan di area yang terbatas ini.

Berbicara mengenai partisi, kita akan melihat pembatas ruangan yang unik di rumah ini. Yaitu dengan memanfaatkan material kayu jati belanda untuk membatasi area dapur dengan ruang lain, unik bukan?

Bagian Kamar Mandi

rumah minimalis

Masih ada hal menarik lainnya, seperti di bagian kamar mandi yang memiliki bentuk persegi panjang. Hal ini kemudian disiasati dengan dibaginya tiga area yang memiliki standar ukuran luas tertentu. Yaitu area shower, area wastafel, dan area kloset.

Meski begitu, area kamar mandi tetap tampil natural berkat penggunaan material semen, pilihan kayu bekas di bagian pintu, hingga jendela besar yang mampu memberikan pencahayaan secara alami.

Sedangkan untuk mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan, di lantai dua sengaja dibuat plafon yang tinggi serta banyaknya jendela yang mampu menambah cahaya di siang hari sehingga dapat mendukung aktivitas anak ketika bermain di area ini. Lagi-lagi menarik kan?

Tips : Ada tips aplikatif yang bisa menjadi referensi anda dalam membangun rumah dengan budget terbatas.

  • Yang pertama jangan takut untuk mencoba-coba. Pergunakan material-material yang ada di sekeliling anda yang mudah di dapat dan banyak terdapat di sekitar lokasi rumah anda. Pemilihan material yang bagus akan menjadikan rumah kita terlihat lebih unik.
  • Yang kedua adalah jika kita membangun rumah di lahan terbatas, sediakan beberapa space untuk ruang terbuka atau ruang hijau. Ruang hijau sendiri berfungsi untuk memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah anda.
  • Yang ketiga adalah buatlah ruangan sesuai dengan kebutuhan anda, anda harus tahu apa yang anda butuhkan dalam sebuah ruangan. Jangan sampai anda membuat suatu ruangan yang nantinya tidak terpakai, sehingga akan menghilangkan konsep minimalis itu sendiri.

Dengan pemanfaatan material dan penataan area yang tepat, anda bisa memiliki hunian yang yang nyaman di lahan yang terbatas dan dengan biaya yang terjangkau. Semoga menginspirasi!

Baca Juga :

Leave a Comment